Sunday, April 15, 2018

Kisah di Balik Langit Biru




Kisah di Balik Langit Biru


Bila mengingat,
Begitu lucu ku rasa,
Saat adanya kenangan bahagia kita,
Kisah di balik langit biru,

Saat ku sedang sendiri menulis kata penuh suka,
Dirimu hadir dengan tiba-tiba mendekatiku,
Dan dirimu menanyakan tulisanku dan tertawa,
Itu pertama kali ada orang yang membaca tulisanku.
Ku pikir kamu akan mengejekku karena aku menulis hal yang menurut orang lebay,
Namun, aku salah menduga,
Ternyata kamu tertawa karena kamu suka dengan tulisanku,
Saat itu aku semakin suka menulis untukmu,

Tulisan-tulisan kesal itu slalu menghiburmu,
Coretan hari-hariku,
Aku hanya membuat itu untuk melampiaskan kekesalanku,
Tapi aku sedikit aneh saja, kamu suka sekali membaca tulisan itu.
Tulisan yang menurutku tidak ada artinya.

Setiap sore kamu selalu menghampiriku di alun-alun tepi sungai,
Hanya untuk menagih tulisanku,
Sudah 6 bulan berlalu,
Tak terasa kita menjadi semakin dekat,
Kita membuat janji akan slalu bersama untuk membuat cerita bersama,
Dan inilah sebagai pembuka dan isi kisah itu,

Ternyata di dalam sebuah kisah tidak lepas dari yang namanya konflik ya,
Aku hanya merasa, haruskah ada konflik dalam sebuah kisah,
Ku pikir akan indah bila sebuah kisah dari awal hingga akhir di buat tanpa konflik cerita,
Tak bisa di sangkal, seperti apapun kisahnya akan ada konflik yang mengiringi,
Kamu akan pindah bersama orang tuamu,
Ke negeri yang jauh,
Apakah ini akhir dari kisah ?
Atau ini belum puncak masalah ?
Saat-saat kepergianmu, aku mengurung diri,
Rasanya aku tak ingin mengetahui apapun tentang kepergianmu,
Rasa bahagia ini seakan di lempar jatuh dari ketinggian,

5 bulan berlalu,
Setiap siang aku selalu ke alun-alun sungai membawa coretan kekesalanku berharap kamu datang tiba-tiba, dan aku tetap menunggu kehadiranmu,
1 tahun berlalu aku masih berharap kedatanganmu,
Tulisan ku sudah banyak ku siapkan untuk kamu baca nantinya,
Dan kita akan tetap bersama untuk membuat cerita kita,

Akhirnya 7 tahun berlalu,
Selama tahun-tahun terakhir ini tulisanku tak ada sedikitpun yang bahagia,
Tak ada sedikitpun kekesalan yang lucu lagi,
Tulisanku Penuh dengan duka,
Berisi kesedihan yang mendalam,
Bermakna kesendirian dan kesepian,
Seakan-akan rasa bahagiaku sudah pudar,
Dari yang berwarna menjadi kelabu,

Hidupku terus di dampingi kesedihan untuk bertemu denganmu,
Dan sesaat aku ingin membakar semua tulisan-tulisan hancurku,
Untuk menghapus harapanku,
Karena mungkin kamu sudah memiliki pasangan hidup di tempat yang jauh,
Dan mungkin saja kamu sudah lupa denganku, lupa dengan apa yang pernah terjadi di antara kita dahulu,

Akankah kisah di balik langit biru ini akan berakhir begini ?
Aku slalu bertanya-tanya kepada diriku sendiri,
Apa aku akan mengakhiri dengan ending yang buruk begini ?,
Atau aku harus mengubah hidupku untuk mendapat ending yang bahagia ?.
Puncak masalah sudah terlewat,
Aku sudah memutuskan untuk mengejar kebahagiaan,
Dan tidak ingin terus tenggelam dalam keputusasaan,
Aku berusaha semaksimal mungkin untuk mengumpulkan uang dengan kerja,
Aku ingin yang terbaik untuk diriku sendiri,
Berusaha untuk mencari referensi dari orang lain,
Aku ingin mempelajari kisah-kisah milik orang lain,
Aku ingin suatu saat membuat kisah ini menjadi akhir yang bahagia,

Dan setelah 1 tahun berlalu semenjak terakhir masa sedihku,
Aku bisa menulis kata-kata yang menyentuh orang lain,
Kata-kata cinta untuk orang-orang yang di landa kebahagiaan,
Walau kehidupanku sudah lebih baik,
Tapi janji itu tetap ku simpan selamanya,
Dan menjadi penutup kisah di balik langit biru.

Thursday, March 1, 2018

Saatnya Cerdas Berinternet untuk Masa Depan yang lebih baik






Saatnya Cerdas Berinternet untuk Masa Depan yang lebih baik

Hay, Hay, Hay Sahabat Hay Haydar, semoga kalian baik-baik semua yaa, kalau sakit GWS yaa.

Saya Ucapkan “Welcome to My Note” hehe merasa seperti ini catatan pribadi yang pengen di bagikan kepada para pembaca artikel yang bertebaran di dunia maya (bukan luna maya yaa).

Oh iya saya ingin memberitahukan kepada kalian sesuatu hal nih (bukan perasaan cinta ya hehe). Untuk kalian pengguna smartphone dan laptop atau teknologi semacamnya (telpon genggam juga termasuk), berhati-hatilah kalian menggunakannya untuk browsing dalam dunia media sosial.

Berpikir menurut saya ?
Saya ingat Senin lalu tanggal 26 Febuari 2018, ketika saya bangun tidur dengan mata terpejam tangan saya dengan refleksnya langsung mencari hp (kebiasaan pengguna handphone), lalu saya buka mata dan ternyata facebook pun sudah terbuka (wow, that’s fantastic). Hehe, intinya bukan itu, tapi masalah-masalah orang dari facebook. 

Saya membacanya satu persatu dan like tanpa sadar untuk setiap berita. Berita-berita tersebut hanya berita-berita tidak penting menurut saya (Sungguh orang yang cuek), yaa dalam beranda facebook saya banyak bermunculan berita-berita seperti hoax, penipuan, pembunuhan, pemerkosaan, pencurian dan status teman-teman di facebook juga ada yang bikin “Aku benci si A, dasar pengganggu hubungan orang, dasar bla-bla-bla dan sebagainya” makin ribet bacanya, ngomel-ngomel di facebook biar di perhatiin orang. 

Lalu saya juga ingat ada temen sukanya buka facebook atau instagram untuk Stalking media sosial orang lain, saya pikir dia stalking cewek yang dia suka eh ternyata seorang cowok yang di stalkingnya selama ini, beberapa menit setelah melihat itu saya langsung pergi darinya dan mencoba untuk melupakannya (takutttttttt).





Setelah mengingat kejadian-kejadian itu dan melanjutkan membaca saya ingat bahwa pada hari itu saya ada kegiatan untuk menghadiri sebuah acara seminar tentang “DIGITAL SECURITY & COACHING CLINIC:MELINDUNGI DIRI DI DUNIA DIGITAL” pada pukul 8.30 – 14.00 di CANOPY CENTER (jl.Purnama 2, bagus temptanya untuk kumpul komunitas). Saya pun bergegas siap-siap untuk pergi dan tidak lupa menggunakan seragam baru Budak Blogger Pontianak (Hehehe, peresmian untuk pertama kali di pakai). Setelah siap saya pun pergi dengan penuh do’a sampai dengan selamat dan ternyata sampai di sana Canopynya masih tutup (keawalan mungkin). Selang beberapa menit akhirnya buka juga (syukur deh nggak lama nunggu. Dan waktu berjalan dengan cepat kami di giring untuk ke tempat acara (maksudnya kami itu ada dengan abang/kakak blogger yang datang juga).

Dalam acara tersebut di hadirkan beberapa pemateri yang memberikan sedikit informasi mengenai media sosial dan berita tentang hoax dan persekusi kebencian.

Seperti Anton Muhajir seorang relawan SAFENET, ia memberitahuan bahwa dalam penggunaan media sosial itu berarti kita memberikan data-data pribadi kita kepada orang banyak seperti Nama lengkap kita, status kita, tempat tanggal lahir kita, pekerjaan kita, dan lain sebagainya (yaa tergantung kita jujur atau nda sih dalam mengisinya) dan semakin banyak data yang kita berikan maka semakin untungnya perusahaan pemilik media sosial tersebut. Semua data-data tersebut akan di rekap dan di arsipkan dalam penyimpanan di perusahaan yang bersangkutan (wow, that’s fantastic, pasti besar yaa perusahaannya hehe). 
Anton Muhajir (SAFENET)

Apalagi zaman canggihnya dunia ini lebih banyak orang yang menggunakan internet dan media sosial seperti di Indonesia sudah 132 juta dari 252 juta penduduk yang terdata sebagai pengguna internet dan media sosial mungkin akan terus bertambah nantinya dan untuk menggunakannya pastinya membutuhkan data untuk mendaftarkan diri. Ada untung dan ruginya sih dalam hal ini, yaa seperti ruginya yaitu data kita di ketahui orang, orang tau lokasi kita padahal kita mau bersembunyi (emangnya penjahat), orang tau status kita, lalu kalau ada orang berbuat jahat sama kita gimana ?, pastinya kan dia tau semua tentang kita (maaf peterpan, saya menyebut lagumu) lalu nanti kita di datanginya lalu kita di jahatin (Noooooooooooooo!!!!!!!!!). STOP !, itu bagian pikiran negatifnya, jangan sampai saking takutnya lalu hp baru yang di beliin bapaknya (Ipone atau sasung keluaran baru kan sayang duitnya) langsung di buang, lalu teriak ke keluarganya yang punya handphone “Buanggg !, buang benda itu atau kalau tidak kita akan di datangi penjahat, Hentikannnn semua kegilaann ini !” dan ternyata itu hanya mimpi.

Coba kita hilangkan negatifnya, pikirkan positifnya untuk keuntungan yang bisa kita dapat dari sebuah media sosial seperti, orang jadi mengenal kita, kita bisa mencari pekerjaan dari media sosial seperti facebook dan google, mencari teman-teman baru, saling sharing dengan teman dari jauh, bisa berjualan online dan masih banyak keuntungan lainnya. Jadi untung dan ruginya itu tergantung dari kita sendiri bagaimana kita sebagai penggunanya bisa dengan baik dalam menggunakan internet dan media sosial.

Dan adapun beberapa materi dari ibu Dr.Syarifah Ema Rahmaniah dan Jane Aileen Tedjaseputra yang memberikan pengetahuan tentang hoax dan tentang ujaran kebencian di media sosial. Banyak loh di media sosial yang menyebarkan berita palsu, tapi kenapa masih banyak orang dari kita yang sebegitu mudahnya percaya. Mereka baca judul setelah itu mereka bagikan, baca judul bagikan, baca bagikan, baca bagikan, baca bagikan. Ujung-ujungnya bisa menjadi sebuah masalah kecil bahkan kalau berita yang di sebarkan menyangkut Suku atau agama malah bisa jadi masalah besar seperti perang.

Dr.Syarifah Ema Rahmaniah (Mafindo)

Akankah lebih baik jika ada berita-berita yang sedikit mencurigakan itu bisa kita cek terlebih dahulu sebelum di bagikan. Ada beberapa hal yang menjadi unsur suatu berita hoax, seperti: 
- Informasi yang menyesatkan
- Tindakan yang di sengaja
- Ketidakbenaran yang di tampilkan

Ingin tau kenapa bangsa kita paling mudah terkena virus BH (Berita Hoax) ?, itu karena:
- Kurangnya membaca terlebih dahulu
- Sensitif dengan berita isu tidak benar apalagi yang berkaitan Politik/SARA
- Malas mencari tahu fakta-fakta tentang berita yang tidak benar

Kita harus Melawan Hoax, KENAPA ?
- Hoax berpotensi memicu konflik
- Hoax membuat terjal jurang pemisah antara masyarakat, menipiskan toleransi, menebalkan sikap curiga
- Merusak ekonomi masyarakat
- Merenggut nyawa orang
- Bertentangan dengan norma Agama
- Hoax melawan Norma Hukum

Jadi, bila kita menemukan sebuah berita yang mengacu pada konflik atau berita yang mencurigakan alangkah baiknya kita memeriksanya dengan beberapa cara:
- Mengeceknya pada situs Hoax Buster Tools
- Bila gambar bisa kita cek di google image, nanti akan muncul gambar itu asli atau mengambil dari milik orang lain
- Mencari sumber-sumber berita tersebut


Jane Aileen Tedjaseputra (YLBHI)

Selain berita hoax adapun ujaran kebencian. Ada yang bisa di kaitkan dengan hukum namun ada juga yang tidak. Tergantung dari ujaran kebencian seperti apa yang di buat seseorang pada sebuah media sosial. Memangsih setiap orang mempunyai haknya tersendiri untuk marah namun bila itu berkaitan dengan hukum atau konflik besar ada batasan-batasannya. Contohnya bila ada seseorang yang membuat status di media sosial dan dia membawa-bawa agama atau nama sebuah partai politik itu sudah termasuk dalam pengawasan pemerintah, kenapa ?, karena hal tersebut bisa membuat sebuah perang antar agama atau suku hanya karena 1 orang atau komunitas yang berbuat.


Nahh itu saya, cowok pakaian merah yang di sebelah kiri foto


Setelah Ber-jam jam saya mendengarkan materi-materi yang di sampaikan dapat juga sedikit pengetahuan tentang permasalahan dalam dunia internet dan media sosial. 

Nahhh, karena itulah sahabat pembaca, kita sebagai orang Indonesia ataupun sebagai sesama  pengguna internet, Inilah Saatnya Cerdas Berinternet untuk Masa Depan yang lebih baik. Jangan sampai kita memicu sebuah konflik yang bisa menghancurkan bangsa atau negara kita sendiri. 

Internet itu bisa kita manfaatkan sebagai ruang untuk mencari ilmu pengetahuan yang bermanfaat untuk diri kita. Dan bilapun kita ingin berbagi pengetahuan tetaplah untuk berbagi pengetahuan yang benar dan sesuai fakta. CUKUP SEBARKAN BERITA PALSU dan berhati-hatilah bila kita ingin mengutarakan kebencian kita lewat media sosial, jangan sampai kita malah membahayakan diri kita sendiri maupun orang lain yang tidak bersalah.




Dan acara pun selesai ketika pukul 14.00 dan ternyata belum pulang karena masih ada acara tambahann yaituu istirahat makan-makannn,, Huuhuhuhu kebetulan sekali saya kelaparan dan itu lagi akhir bulan, uang mepet buat makan susah.. Bersyukur banget deh pokoknya, nda nyesel ikut acara beginian..

Hehehehe,, Oke guysss

Sekian dari saayyyaaa Hay Haydar,, mengucapkan goodbyeeeee,, and see you next time..

Sunday, January 7, 2018

KOPDAR BLOGGER PONTIANAK - Event pertamaku di tahun 2018

Foto bareng ketika acara selesai


Hay sahabat pembaca dimanapun kalian berada,, apa kabar kalian hari iniiii..

Saya ingin berbagi sedikit cerita saya hari ini,, hehe,, Hari ini 7 Januari 2018..

Hari ini adalah hari di mana pertama kali saya merasakan ikut kumpul dalam suatu komunitas,, karena seumur-umur saya ngga pernah yang namanya masuk komunitas dan ikut kumpul ketika ada sebuah event.

Jujur saya ini orang yang sangat saNGATT SANGATTTT (triple S) pemalu untuk memulai sebuah pertemuan dengan orang-orang baru guys apalagi Cuma saya sendiri dan belum ada yang akrab kenalnya,, kalau ada kenalpun yaa hanya kenal kenal gitu aja belum kenal dekat.

Jadi,, hari-hari sebelumnya tu saya lagi menikmati libur akhir tahun 2017 jadi kuliah di tiadakan (eehhhh di liburkan maksudnya),, dann ketika di suatu pagi yang sangat masih gelap sekitar jam 9 pagi gitu saya terbangun dari dunia mimpi dan seperti kebanyakan orang, hp tidak akan jauh ketika bangun.. Lalu saya mengecek satu-persatu notifikasi di hp saya karena memang hobi saya Cuma liatin notifikasi saat bangun tidur (hehehe), di salah satu notifikasi dari Whatsapp yaitu grup Blogger Pontianak ada kiriman di suruh mengisi data nama untuk mengikuti sebuah event KOPDAR (masih belum tau kepanjangannya, apalah dayaku). Awalnya saya hanya membaca itu saja karena lagian saya di sintang dan itu acaranya di pontianak, namun lama-kelamaan saya kepikiran tentang event itu. So, i read that information again. Ternyata event itu di adakan pada tanggal 7 januari 2018 dan ternyata saya juga pergi ke pontianak lagi sekitar tanggal 5 jadi saya mencoba untuk mempertimbangkannya lagi.

Ada di suatu malam saya sedang sendirian terbaring di rumah (bukan kontrakan), saya terbayangkan jika saya begini terus, saya ingin tahun 2018 ini berbeda dari tahun sebelumnya. Saya ingin mencoba hal baru, dan saya juga harus menjadi orang yang baru. Saya berpikir bahwa saya harus berubah (BERUBAHHHHH, iya untuk menjadi orang yang lebih baik lagi ya bukan berubah jadi Power Ranger seperti masa kecil). Akhirnya saat itu juga saya langsung berteriak (RRRRRRRAAAARRRRRRGGGGGGGHHHHH, jadi monster kali ya hehe) dan membuka whatsapp dan memberanikan diri untuk memasukkan nama saya dan sangat berhati-hati takut ada tulisan yang typo jadi malu dan pada saat itu nama saya tepat di nomor 18. (jika kalian ingin tau ada apa dengan 18 silahkan masukkan nomor tersebut di situs online singapore hehe, i hope you know what i mean)
                
              Setelah beberapa hari terlewat dan saya sudah di ponti sekitar tanggal 6 saya terbaring juga dalam keadaan yang sama dengan perasaan dilema di kamar kontrakan. Bingung memikirkan harus gimana nanti saat event, harus berpakaian gimana saat event, saya bingung, saya harus melakukan apa, berbagai pertanyaan muncul di kepala, saat itu akhirnya saya pikirkan pelan-pelan. Pakaian ada kemeja ya udah pakai kemeja, harus apa saya nggak tau yang penting datang aja, saya sudah merasa sedikit lebih tenang dan setelah itu istirahat and then besoknya ketika hari H saya mulai bingung lagi dan kepikiran lagi.
Sekitar 1 jam sebelum acara  karena acara di mulai sekitar pukul 13.00 dan katanya on time.

“apa aku batalkan aja ya” pikiranku saat itu (12.10 selesai berpakaian setelah mandi)

“Kenal nda ada yg akrab di situ jadi bingung duh duh duh,,” pikiran kedua ku muncul (12.40 setelah mulai terbaring lagi)

“Aduhhh datang sekarang juga nda akan sempat udah terlambat, kan on time” Mulai pikiran penghasutan terakhir (12.50)
Dannnnnnnnn akhirnya.........

“Ingat dar 2018, buat sebuah perubahan dan tantang dirimu sendiri, aku siap kok” terlintas tiba-tiba di pikiranku kata-kata itu (12.55) Saya pun langsung Cauuuuuuuu ngegas motor ke TED (Tempat Event Dilaksanakan) yaitu Canopy nda terlalu jauh sihh dari rumah kontrakan.

Sesampainya di sana saya melihat banyak sekali motor tapi di mana tukang parkir huh udah di siapkan juga uang untuk parkir. Dan akhirnya saya pun masuk, di dalam saya lihat banyak anggota-anggota BP yang saya tidak tau. Mungkin yang saya tau mukanya yaa hanya bang Radit (blognya “Misterpangalayo.com”) tapi saya belum kenal benar dengannya, hanya biasanya sekedar bertanya aja. Dan DORRR,, bingung harus kemana,, akhirnya ada seseorang yang memecah kebingungan saya dia bertanya pada saya

“Ikut KOPDAR juga ya bang” tanya nya
“Iya bang, abang juga ya”jawab saya

Dan akhirnya saya duduk berbincang-bincang dengannya, kebetulan dia juga baru ikut grup BP jadi yaa ada temen juga yang ikutan pertama kali hehe nda sendirian,, tapi bedanya dia udh ada yang kenal di situ. Dan saat berbincang-bincang tiba-tiba bang Radit dan ada kak Nadya (lupa nama blognya) datang menghampiri and then kami di suruh pindah tempat duduk biar tidak memisahkan diri. [Hohoho saya deg degan (bukan kelapa muda)],, setelah pindah sedikit demi sedikit mulailah nda sepi ya mungkin karena acara sudah mau di mulai dan ada juga yang duduk 1 meja dengan saya yaitu bang fadil (lupa nama blognya) dan ada 1 kakak cewek nda tau namanya.

Acara tersebut menghadirkan 2 narasumber cowok dan cewek, yang cowok seorang vlogger traveller, hobinya jalan-jalan dan di videokan, dia juga memberikan materi tentang menjadi seorang vlogger dan yang penting itu PeDe aja mau di bilang apa aja sama orang.. Dan yang cewek seorang blogger sukses hobinya jalan-jalan dan dia juga bilang bahwa dia suka bertemu dengan orang-orang baru, lingkungan baru, karena dari situ ia bisa dapat pelajaran tentang orang-orang di sekitarnya dan dia memberikan materi tentang seorang penulis blogger. Dan ada juga sesi pertanyaan, sebenernya sih saya pengen nanya Cuma yaaa begitulah karena malu (okay that’s enough, i know lost sebuah kesempatan).

Ada juga ketika acara selesai kami semua ada sesi perkenalan juga, dan itu sangat gugup rasanya karena saya bingung apa  yang harus saya katakan. Dan ada juga foto bareng ketika acara selesai (pasti ada kalau foto bersama mah)

Dan begitulah akhirnya, ternyata asik juga kalau bisa memberanikan diri untuk mengatasi kekurangan diri, saya tidak menyesal datang sore event ini justru saya akan menyesal jika tidak ikutan. Seneng aja rasanya bisa kenal dengan anggota-anggota blogger pontianak.

Jika sahabat pembaca pernah merasakan seperti apa yang saya rasakan seperti yaa malu untuk ketemu orang baru, malu berkomunikasi dengan orang baru, kalian bisa mencoba masuk sebuah komunitas yang asik sesuai hobi kalian. Serius, asik juga ternyata bisa kenal dengan orang baru. Dan masih banyak yang harus saya ubah di tahun 2018 ini.

Dan begitulah cerita dari saya thanks for watching,, (Eeehhhh) Thanks for reading hehe..

~ See you Goodbye..

Tuesday, December 5, 2017

Gilaaa, Dosen yang Bikin Kuliah Terhambat


"Gilaaa, Dosen yang Bikin Kuliah Terhambat"


Gua cuma mahasiswa yang kuliahnya rada-rada masih gak jelas, yang kerjanya hanya bisa KMP atau orang ke mahasiswaan menyebutnya "Kuliah, Mendengarkan dan Pulang", atau biasanya juga ada kiasan KTP atau "Kuliah, Tidur dan Pulang" ini nih yang biasanya terjadi di kelas gua. 

 Oh iya, gua kuliah baru semester 3 menuju 4 itupun kalau berhasil, gua kuliah di fakultas teknik jurusan Elektro dan gua gak nyangka beneran bisa lolos ke jurusan ini tanpa tes (padahal gua cuma iseng-iseng aja awalnya karena ngikutin kata-kata kakak gua) entah ini sebuah takdir atau apa. Awalnya gua bersyukur bisa masuk kuliah tanpa tes, dan pas kuliah juga bersyukur karena apa ?, Karena jurusan ini banyak sekali belajar hitungan-hitungan yang pasti sesuatu yang gua hindari dari SMA (ToT). 

 Gua juga berhasil melewati OSPEK yang kata orang-orang dari fakultas lain kalau teknik itu OSPEKNYA kejam. Kenapa ? Kok bisa ? Pasti sakit kan ?, Dan yang pasti itu sangat berbeda dengan apa yang di rumorkan selama ini. Untuk orang-orang yang nggak tau apa-apa dan hanya bisa menyebarkan rumor-rumor menakutkan seputar OSPEK di teknik, jujur saja OSPEK di teknik itu tidak kejam sama sekali (yaa ini sih OSPEK TEKNIK yang berada di kampus gua ya, nggak tau kalau di tempat lain). Kok nggak kejam sih ? bukannya kalian di suruh push up segala ? atau hal hal lain yang menyakitkan ?, Yaa sebenarnya begini nak, Mereka abang-abang senior melakukan itu semua bukan karena untuk mereka senang-senang tapi untuk mendidik adik-adik baru mereka supaya memiliki mental yang kuat. Karena anak teknik itu harus KUAT MENTAL, KUAT FISIK, KUAT IMAN, TAHAN LAMA, LEBIH KENCANG (DAMN'T STOPPP MULAI MENYIMPANG KATA-KATANYA). Yaa intinya begitu deh.. 

 Kembali lagi ke cerita yang pengen gua ceritain dari awal tapi kejauhan intro prologue, Pro-Lo-Gue,,
Masuk Teknik gua pikir dosen-dosennya bakalan KILLER (bukan ILER), MENJATUHKAN, JARANG NGAJAR, NGGAK PEDULIAN, CUEK. Hahahaha,, Begitulah pemikiran awal gua Tapi Ternyata yaa memang begitulah kenyataannya,, Walau nggak semuanya sih ada juga Dosen yang gua suka (bukan cinta terlarang guys), ada juga dosen yang baik tapi gua juga gak tau sih itu memang dosen asli teknik atau pinjaman dari fakultas lain.. 

 Gua ada di ajar beberapa dosen yang paling bikin gua pengen sekaliiii berhenti aja kuliah karena berpikir buat apa sih gua di sini, buat apa gua kuliah, buat apa gua hidup tempat yang gua nggak hobi sama sekali, Malah Jauh dari skill gua. Kalau udah galau banget, gua masuk kamar kunci pintu lalu gua ambil buku lalu gua gulung dan dekatin ke mulut lalu gua teriakk sekencang mungkin 

"SEMBILU YANG DULU, BIARLAH BERLALU, BEKERJA BERSAMA HATI, KITA INI INSAN, BUKAN SEEKOR SAPI. SEMBILU YANG DULU, BIARLAH MEMBIRU, BERKARYA BERSAMA HATI."
 Agak bingung sih waktu di lirik yang ada kata-kata "bukan seekor sapi", sempat gua berpikir "Ada apa dengan Sapi ?" "Kenapa di bawa-bawa ke lagu ini" "apa ada masalah hingga ratusan purnama terlewatii" wkkwkwkwk.. Akhirnya Happy lagi..

 Lupakan sapi itu, kembali lagi ke cerita, ada beberapa dosen yang gua nggak suka yaitu:
  1. Dosen Matematika : Dosen yang satu ini inisialkan aja namanya BROSIT, nah dosen ini nih adalah dosen yang paling gua nggak suka, kenapa ? karena dia mengajar dengan cara saat kita di ajarnya maka keluar dari keluar otaknya harus sama dengannya. Saat kita tidak bisa, kita akan di bodoh bodohinya, bukannya di dukung untuk lebih pintar malah di jatuhin. Ibaratkan itu jatuh dari tangga ketimpa tangga. Omongannya tidak sesuai dengan kelakuannya. Gua gak bisa bayangin gimana kalau tiba-tiba dosen ini jadi dosen pembimbing gua, tamat sudah kuliah gua.
  2. Dosen FISIKA : Dosen ini nih gua nggak benci, hanya saja gua kurang suka karena dia jarang ngajar karena banyak proyek-proyek besar hingga tanggung jawabnya sebagai dosen pun hampir terlupakan, Sebenarnya yaa gimana yaa ada enaknya ada endaknya juga sih untuk gua sebagai mahasiswa, enaknya gua nda pusing fisika dan yang nggak enaknya saat masuk kelas ehhhhhhh tiba tiba UTS atau UAS mendadak (What do you feel guys ?? I'am So Sad)
 Sebenarnya sih ada dosen dosen yang lain juga yang pengen gua ceritain tapi untuk dosen yang gua gak suka yaa dua itu aja dulu deh.

 Dan mungkin gua cerita sampai sini dulu guys,, ntar di lanjutin lagi.. soalnya gua di suruh ngerjakan laporan praktikum tanpa ketik karena harus TULIS TANGAN.. So goodbye for you everyone thanks buat yang sudah membaca sampai akhir.. See you next time..

Wednesday, June 7, 2017

Kado Sederhana Untukmu Ayah

"Kado Sederhana Untukmu"
 

    Hari ini aku ingin menceritakan tentang seseorang yang ku sayang selain ibuku, yaitu ayahku. Dia adalah orang yang tegas, keras kepala, dan emosian. Namun, dibalik itu semua ia mempunyai tujuan yaitu ingin anaknya tidak lemah mental, ingin anaknya kuat dan mampu meraih kesuksesan dalam bersaing dengan orang lain. Selain sifat-sifat yang ku sebutkan tadi, dia juga orang yang baik, lucu dan menghibur, memecah keheningan saat berkumpul dengan tingkah-tingkah konyolnya dan akhirnya menjadi suasana yang asik dan tidak membosankan. Ayahku lahir di pulau jawa, tepatnya di Jember. Ayahku dari kecil sudah hidup bersama ayah angkatnya, dan tidak pernah bertemu dengan ayah kandungnya, dan kini ia baru mengetahui ayah kandungnya di saat-saat ayahnya akan meninggal. Ayahku tinggal bersama ayah angkatnya di daerah pedalaman Kab. Sintang Kalimantan Barat. Setelah menikah dengan ibuku ia pindah ke daerah kota Sintang. Aku ingin memberikannya hadiah kepadanya atas apa yang ia telah berikan kepadaku, karena aku tidak pernah satu kalipun memberikannya hadiah. Kini ia sudah 9 bulan di Jawa karena harus menjalankan perawatan Jantung dan Ginjalnya dan sedang mencari orang yang ingin mendonorkan ginjal, aku hanya sedih karena tahun ini tidak bisa menjalankan ibadah puasa dan idul fitri bersamanya lagi.
    Sewaktu ku kecil, ayahku begitu tegas dan keras terhadapku, yaa bisa disebut juga sih diriku termasuk anak yang susah dibilang, ia slalu memarahiku dan memukuliku dengan Ikat Pinggang kulitnya ketika diriku melakukan kesalahan kecil, hantaman demi hantaman ia hempaskan di badanku, aku di siramnya dengan air dingin ketika diriku susah mandi, pernah juga saking tidak tahannya pernah ada rasa benci dan ingin mempunyai ayah baru dan pernah suatu ketika ada kejadian pada hari jum'at saat diriku tidak pulang ke rumah dari pagi sekitar pukul 07.00 hingga lepas asar, saat itu diriku baru pertama kalinya diajak kawanku ke Warnet tiba-tiba ibuku datang menjemputku, betapa kaget ketika ku melihat ibuku jalan kaki datang menemuiku, perasaanku sudah tidak enak, seperti bakalan terjadi hal besar dirumah jika aku pulang. Dan benar dugaanku, saat diriku masuk ke dalam, ayahku sudah duduk siap menanti anaknya yang nongkrong di warnet dan tidak pergi Jum'atan (Shalat wajib yang dilakukan pada hari jum'at), saat itu juga ia menyuruhku duduk dan saat itu ia sangat marah besar terhadapku, lalu ia menarikku masuk ke kamar untuk mengeluarkan pakaian-pakaianku, begitu marahnya ia sampai ingin mengusirku, namun diriku hanya bisa diam dan menangis, ibuku memohon-mohon kepadanya untuk memaafkanku namun tetap tidak diperdulikan. Lalu, karena aku tidak ingin mengeluarkan pakaianku, sekilas ayahku langsung mengeluarkan pakaianku ke ruang tamu, ia langsung ke dapur mengambil minyak tanah dan korek api untuk membakar pakaianku. Ketika ia menyiramkan minyak tanah ke pakaianku, belum sempat ia menyulutkan api, ibuku langsung menghadangnya dan berusaha sekuat mungkin untuk meredakan amarah ayahku, aku begitu takut melihatnya, namun pada akhirnya ia pun masuk ke kamar untuk menenangkan diri. Malamnya aku memohon kepadanya untuk meminta maaf, dengan adanya rasa takut dan isak tangis dengan ditemani ibuku, akhirnya ia pun memaafkanku, dan akupun di nasehatinya untuk slalu menuruti kata orang tua, ingat waktu saat main, jangan sampai melupakan kewajiban. Begitu sayangnya ia kepadaku, walaupun caranya agak keras. Namun, ada satu hal yang harus diketahui, sekasar-kasarnya ayahku, pantang baginya untuk memukul anaknya dengan tangannya sendiri, karena baginya sama saja menyakiti dirinya sendiri.

    Mulai beranjak SMA, aku tidak pernah dipukulnya, entah karena apa, atau mungkin karena diriku harus bisa belajar untuk membuat keputusan sendiri tanpa harus slalu mengikuti keputusan orang tua. Di seumuran SMA inilah aku mulai mengetahui tujuan-tujuan ayahku bersikap keras dan tegas dulu, begitu besarnya rasa sayangnya ia kepada anak-anaknya. Banyak keseruan yang ku rasakan walau terkadang tidak jarang juga ayahku bertentangan dengan ibuku. Sayang saja, karena saat itu aku tidak mempunyai kamera, aku tidak bisa menyimpan banyak kenangan bersama ayahku. Walaupun ayahku, bersifat keras dan tegas, namun aku tetap menyayanginya. 
 
    Ketika diriku lulus SMA dan mulai masuk kejenjang kuliah, tiba-tiba ginjal dan jantung ayahku kambuh lagi. Dan ia harus di rawat di Jawa karena fasilitasnya yang lebih baik. Aku hanya bisa mendoakannya agar ia bisa cepat sembuh dan kembali untuk bersama-sama lagi, berkumpul bersama lagi, mendengar cerita-ceritanya lagi, mendengar leluconnya lagi, aku hanya bisa berdoa kepada Allah Swt agar memberikan yang terbaik untuk ayahku.

    Sekian Sahabat HDR, terima kasih  sudah mau membaca ceritaku tentang seseorang yang ku sayang selain ibuku dan orang yang ingin ku berikan hadiah atas apa yang telah ia berikan kepadaku selama ini, hingga aku bisa menjejakan kaki dalam perkuliahan. Dan aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk membanggakan ayah dan ibuku.